Akhirnya Akademi Berbagi Perdana di Medan terlaksana dengan sukses! Berikut laporannya..
Laporan ini dimulai dengan sedikit penjelasan tentang Akademi Berbagi. Akademi Berbagi adalah semacam kegiatan kumpul-sharing dimana ada materi yang disampaikan atau diajarkan oleh pakar, praktisi, atau pelakunya. Konsepnya sederhana; ada yang mau berbagi ilmu, ada tempat yang bisa digunakan, dan siapa saja boleh ikut sesuai kapasitas tempat, semuanya FREE!
Akademi Berbagi sebelumnya telah berjalan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogya, dan minggu ini menyusul Semarang, Ambon, dan Medan yang menggelar kelas perdanannya. Masing-masing daerah mempunyai ‘volunteer’, untuk Medan Achmad Zaky sebagai Kepala Sekolahnya.

Dengan persiapan ala kadarnya #AkBerMedan dilaksanakan di Speedy Learning Center Jl. Mangonsidi. Pada kelas perdana ini, anakmuda yang mempunyai account twitter @_uje dan @sipoerba berbagi tentang ‘Creative Community’ dan ‘Industri Kreatif dari sudut pandang Medan’. Setelah dibuka oleh Zaky dengan menjelaskan tentang Akademi Berbagi, kelas yang dihadiri 32 peserta ini berjalan seru dan menarik, banyak teman-teman komunitas yang hadir, acara yang dimulai pukul 17.15 waktu setempat dan rencanannya berakhir pada pukul 19.00 harus diperpanjang sampai pukul 21.00 WIB. Berikut resume materi yang disampaikan oleh pemateri:
1. Creative Community oleh Jefri Dinomo
@_uje banyak bercerita tentang komunitas-komunitas kreatif yang ada di Indonesia, dari komunitas lalu menciptakan ‘sesuatu’, salah satu contonya adalah Caraka Creative Festival yang digelar oleh teman-teman di Semarang. Pembicara menggambarkan kekuatan apa yang bisa dilakukan oleh komunitas untuk terus berkreasi dan berkolaborasi. Saat ini komunitas juga diharapkan bisa dan harus memanfaatkan sosial media dalam aktifitasnya, salahsatunya twitter yang sekarang sangat powerfull. Diakhir presentasi @_uje mengatakan harapannya hanya satu untuk Medan; semoga semakin banyak komunits medan yang aktif dan kreatif, kalau komunitas-komunitas bisa berjalan bareng dan menciptakan sesuatu maka dunia ini akan menarik sekali

2. Industri Kreatif dari kacamata Medan oleh Zulfahmi Purba dari Korek Api Agency.
@sipoerba bicara tentang Industri Kreatif dan model yang bisa dibuat di Medan. Fahmi memulai presentasinya dengan membongkat masalah-masalah yang saat ini terjadi di Medan, dia membeberkan data dari UNESCO yang melangsir 10 kota kreatif di dunia, lalu kembali lagi ke pertanyaan bagaimana dengan Medan?
Medan harus menemukan jati dirinya, membangun kreatifitas, mengentalkan kembali lokalisme yang semakin pudar. Saat ini ekonomi kreatif menjadi penyumbang yang besar bagi perekonomian negara, sekarang waktunya anak muda maju membangun daerahnya masing-masing. Dengan keberagaman latar belakang, dengan banyaknya ide kreatif ada dikepala, dengan luapan semangat kedepan kita bisa membangun Medan menjadi kota kreatif.

Setelah sesi presentasi, sesi tanya jawab pun digelar. Beberapa pertanyaan langsung tersaji, sesi ini tidak kalah panjang dengan sesi presentasi pembicara, karena banyak teman-teman komunitas yang hadir mereka meminta kesempatan untuk sedikit menjelaskan profile komunitasnya, ternyata walaupun terlihat ‘adem ayem’ rupanya di Medan banyak komunitas yang aktif dan kelas perdana #AkBerMedan ini berhasil mempertemukan mereka dalam satu forum. Komunitas yang hadir antara lain KPLI Medan (MedanLinux), Kampung Programmer, Komunitas Plankton, dan Komunitas-Komunitas kecil yang ada di USU – Kampus lain. Komunitas kreatif akan melahirkan Industri Kreatif, dan itu adalah kabar baik untuk Indonesia kita!

Terima kasih yang tak terhingga kami hanturkan kepada para pembicara, kepada teman-teman yang sudah hadir, dan kepada semua yang telah mendukung sehingga acaranya ini terlaksana dengan baik dan sukses..
Sampai jumpa di kelas #AkBerMedan berikutnyaaa!
Salam dari Medan!